Minggu, 03 Juli 2011

symphoni terakhir -cerpen-

nahhh,ini cerpen terakhir yaa,
buat hari ini...


langsung aja....


cekidott =)






 "...RIO,RIO,RIO,ALVIN,RIO,RIO,RIO,RIO,RIO,ALVIN,RIO. ..."

"stlh melihat hasil suara yg tlah dihitung tadi,maka dpt diketahui ketos SMA Putra Bangsa tahun ini adlh Mario Stevano... "


prok-prok-prok. Suara tepuk tangan membahana.


"hufh,hrusnya gw sadar,gw gak kan mungkin menang saingan sama rio" batin seorang cwok,dia lalu menghampiri Rio.
"weist,bro,slamet ya" ucapnya smbil menepuk pundak rio.
"thanks,vin" jwb rio.
"traktirannya ya,yo" ucp cwok yg bernama alvin itu.
"dasar,cina blangsak,traktiran mulu" ucap rio,lalu merangkul pundak alvin dan berlalu kekelas.


Mario Stevano Aditya,kini resmi menjadi ketos Putra Bangsa. Padahal baru tadi pagi ia mempersembahkan sebuah piala bergilir utk sekolahnya karena tlah menjadi juara1 olympiade kimia. Rio adlh sosok sempurna,ia tak henti-hentinya membuat orang berdecak kagum dan bangga. Tampan,pintar,berprestasi,aktif,ramah,populer,anak band,tak ada satupun yg bisa dicela darinya. Rio dan Alvin adlh sahabat,mereka tlh berteman sejak kecil,malah ada yg blang mereka satu paket,dmana ada Rio disitu pasti ada Alvin. Rio sngt menyayangi alvin begitu juga sebaliknya.




Dikelas




"gw mau ngomong sebentar,soal band kita" ucp gabriel,ketua d'orions band.
"gw rasa kita hrs ganti vokalis" lanjutnya.
"APAA??" Alvin terkejut.
"iya,Vin. Gw rasa sebaiknya loe tUkeran posisi sama rio" terang iel.
"tapiii..."
"vin" sela cakka
"ayolah,ini demi band kita,loe tau kan skrng lagi booming lagu-lagu mellow,dan ya,kita fikir rio lbh cocok bawainnya"
"gw rasa,alvin juga bisa kok" bela Rio.
"oke,gw ngerti kok dan gw setuju" kata alvin sambil tersenyum pahit.
"thankz,vin. Loe udh ngerti. Oke,gw rasa kita udh sepakat.
"Yaudah gw sama iel cabut duluan ya" kata cakka,lalu pergi dg iel.



Rio menatap alvin...
"ngapain loe,liatin gw kyk gitu?naksir? Sorry yo,gw msh normal" kata alvin.
"ish,apaan sih loe,becanda mulu?? Ehk,kodok,loe serius mau tukeran posisi sama gw??" tanya rio.
"iya,io ku sayongg" ucap alvin sambil mengedipkan matanya. 
"ihh,najong bgt sih loe,Vin. Udah akh,gw duluan yak,di panggil pak duta ada pembinaan buat olympiade fisika" ucap rio.
"dadahh,io kuuu" ucp Alvin manja,rio memasang muka geli,lalu pergi.
"beruntung bgt sih loe,Yo. Andai loe bagi keberuntungan loe buat gw,satu aja,Yo." batin alvin.

Ya,itulah alvin. Alvin terkenal sbg cowok ramah,ceria dan supel. Tidak banyak yg tau tentang alvin,termasuk Rio sahabatnya. Alvin tipe cowok yg lbh senang bersembunyi dibalik senyum jailnya.


"WOOII,cie,cie,koko apin ganteng bgt hari ini" ucap seorang gadis,tiba-tiba.
"loe ngagetin aja sih. Oh iya dong,gw kan mau nembak cewek" jwb alvin.
"jaahh,nembak siapa,Vin??" tanya gadis itu.
"hhehe,ada deh,ntar juga loe tau. Ekh,fy,pulang sekolah,gw mau ngomong ya."
"oke,ditaman ya. Gw juga mau cerita sama loe" ucap cewek yg ternyata bernama ify itu.


Ditaman sepulang sekolah.



"lama banget sih loe,vin" keluh ify.
"sorry dehh. Ehk,loe mau cerita apaan??" tanya alvin.
"loe duluan deh" suruh ify.
"gak ahk,ladies first" ucap alvin.
"oke deh. Apin gw seneeeengg bgt,semalem rio nembak gw" ucap ify. Alvin terdiam.
"so sweeett bgt. Gw dibawain 100 mawar putih,udah gitu rio nyanyi buat gw. Gw seneeeng bgt, Rio romantis ya vin? Alvin...apin?? Ihk,apin jahat,gak dengerin gw ya??" tanya ify.
"denger kok,denger. Selamet ya,Fy" ucp alvin lirih.
"iya,thanks. Ehk loe mau ngomong apa tadi??" tanya ify.
"ohh itu,ehk,mmh... Gak kok,gak penting,yaudah ya,gw duluan. Ada pengumuman hasil seleksi kapten basket,daaahh,ippi" ucp alvin. "anekh" gumam ify.




Di lap. Basket.




"stlh seleksi kemaren,saya memutuskan yg menjadi ketua tim basket putra tahun ini adlh Mario Stevano" ucp pelatih.
"yyeee" sorak anggoto tim basket.
Lalu mereka memberi ucapan selamat pd Rio.


Rio menggandeng ify pacarnya,lalu menghampiri alvin yg tertegun sendiri.


"kenape loe,tumben diem,biasanya kyk belut loe??" tanya rio.
"gak lucu !!" bentak alvin.
"yye,lagi dapet ya loe,nyolot amet??"
"DIEM LOE" "biasa aja dong,vin. Knpa sih loe? Gw kan gak ada salah apa-apa loe?" emosi rio mulai terpancing.
"ohh,iya. Loe bener,seorang Mario Stevano gak salah apa-apa dan gak akan pernah salah" bentak alvin.
"loe mau tau,gw kenapa? Gw capek,yo,gw CAPEK. Loe bilang kita sahabat,gw udah anggep loe sodara gw. Tapi kenapa loe ambil semua yg gw mau,kenapa yo??"

"loe tau kan,dari kecil gw pengen jadi kapten basket,lo tau kan almarhum nyokap gw pengen gw jadi ketos,loe tau kan gw suka nyanyi,loe tau semua yo,semuanya,trus kenapa yo?? Kenapa loe ambil semuanya,gw Benci loe,GW BENCI." alvin berteriak dan berlari menjauh,rio mengejarnya. "Vin,Alvin" panggil rio,alvin terus berlari. Hingga...




BRAAKKK



Sebuah mobil menabrak alvin, ia segera dilarikan kerumah sakit.




Beberapa hari kemudian.



Hari ini alvin sudah sadar dari masa kritisnya. Rio dan ify berniat menjenguknya.

"Vin" ucp Rio.
"mau ngapain loe kesini?? Mau ngetawain gw,krna gw buta? Iyakan?" tuduh alvin.

Ya,kecelakaan itu memang membuat alvin kehilangan penglihatannya,kebenciannya pd Rio pun semakin menjadi.


"alvin,Rio tu kesini niatnya baik,dia mau minta maaf,kok loe malah nuduh gitu??" ucp ify.
"terus aja,loe belain pangeran loe itu. Mario yg perfect,yg sempurna,yg serba bisa,siapa juga yg mau belain gw,alvin si BUTA. HHAHAHA." Alvin tertawa pedih.
"seneng yo,bahagia?? Gw msh terima yo,loe ambil harapan gw,loe rebut cita-cita gw,tapi gw gak terima loe hancurin cinta gw,loe tau kan,gw suka ify?? Tapi loe juga rebut dia dari gw,jahat loe,Yo !!!"
"tapi gw sama sekali gak tau,Vin,soal ify" ucp rio.
"ohh,iya. Gw lupa,mana mau loe tau perasaan gw,gak penting buat loe" tuduh alvin (lagi).
"vin..."
"KELUAR,KELUAR LOE SEMUA,KELUAR !!" usir alvin.
"udah yo,kita keluar. Alvin butuh sendiri." ucap ify,sambil menarik rio keluar.

Meski telah diusir tanpa sepengetahuan alvin,Rio selalu memantau keadaan alvin,bahkan rio menyuruh ify utk merawat dan menemani alvin. Kebencian alvin membuat rio kacau,keadaannya memburuk.


Hingga suatu hari,alvin mendapatkan donor mata. Beberapa hari kemudian alvin menjalani operasi. 0perasi berjalan lancar,kini alvin kembali bisa melihat.

3 hari pasca operasi,alvin sudah diperbolehkan pulang. Suatu sore,dirumah alvin...


"loe kenapa,Fy?? Kok kyknya sedih gitu??" tanya alvin pada ify yg saat itu sedang menemaninya.
"Rio,vin. Seminggu terakhir ini gw gak pernah liat dia,gw hubungin juga gak bisa. Gw takut,vin. Perasaan gw gak enak." jwb ify,smbil menangis.
"mungkin rio msh gak enak fy,sma gw. Makanya dia menghindar,besok,gw kerumahnya dehh ya. Sekalian minta maaf,atas sikap gw tempo hari. Udah akh,jgn nangis.jelek tau" hibur alvin.
"makasih ya,Vin" alvin tersenyum.


Dirumah rio

ting-tong. Seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh membukakan pintu.
"ekh,den alvin" "rionya ada,Bi??" tanya alvin.
"den rio,den rio....."
"yaudah deh,alvin langsung kekamarnya aja ya,bi." potong alvin, si bibi terdiam.



Kamar Rio


"yo,loe kema....."

Sepi. Dikamar itu tak ada siapa-siapa. Alvin masuk kedalam,dilihatnya,diatas tempat tidur tergeletak beberapa botol obat dan bercak-bercak darah yg sudah mengering. Ada selembar kertas terjatuh dilantai,alvin memungutnya,lalu membacanya....

"kanker otak,stadium akhir??" gumam alvin.

"den rio anak yg baik,sangat baik,jadi tuhan ingin bertemu dengannya lebih cepat." ucp si bibi,tiba-tiba.

Alvin terduduk lemar,tulang-tulangnya serasa dilucuti. Ia merasa sebagian dari tubuhnya ditarik dg paksa. SAKIT. PEDIH.

"kita hanya bisa ikhlas,den. Dan ini,ini titipin den rio,utk den alvin." ucp si bibi seraya menyerahkan sebuah kaset Video dan sepucuk surat,lalu ia pergi,smbil terisak.

Alvin sangat ingin tau,apa isi kaset itu. Maka disetelnya kaset tersebut dikamar rio. Saat kaset video itu
menyala,mulai terdengar petikan gitar dan suara lembut rio.



Alun sebuah symphoni,kata hati disadari. Merasuk sukma kalbuku,dlm hati ada satu....


Lagu ini?? Alvin sangat ingat,ini adalah lagu favoritnya dg rio.

Saat alvin melihat kaset video itu,muncul foto-foto masa kecilnya dg rio. Foto saat ia dan rio bermain bola,saat ia dan rio bermain hujan. Saat rio memboncengnya dg sepeda baru rio.

Air mata alvin mulai menetes, lagu terus mengalun...

Manis lembut bisikanmu,merdu lirih suaramu, bagai pelita hidupku.


Skrng gmbar berganti, kini foto saat alvin dan rio pertama kali masuj TK,lalu foto saat alvin dan rio bernyanyi bersama, foto mereka dg almarhum mama alvin,foto-foto saat ulang tahun alvin.

"bodoh loe,vin. Ngapain dulu loe maki-maki rio,ngapain loe bentak-bentak rio,vin. Rio gak salah,loe jahat vin,loe iri sama rio." alvin memaki dirinya sendiri.

Berkilauan bintang malam,semilir anginpun sejuk,seakan hidup mendatang dpt ku tempuh dg mu....

Alvin tak sanggup lagi melihat video itu,semua kenangan tentang rio,tentang kebaikan rio,tentang persahabatan mereka,semuanya berputar-putar dikepala alvin. Alvin memutuskan utk membaca surat rio.

Dear alvin sobat gw

vin,maafin gw,kalo selama ini gw salah. Vin,asal loe tau,gw jadi ketos,gw jd murid teladan,gw jd ketua timbasket, itu semua bukan buat nunjukin kalo gw lbh dari loe. Justru gw iri,vin sma loe. Loe msh pnya banyak kesempatan buat bahagiain orang-orang yg sayang sama loe. Gw iri,vin. Waktu gw terbatas, 7bulan lalu,gw difonis dokter.kanker vin. Stadium akhir.



Berpadunya dua insan,symphoni dan keindahan. Melahirkan kedamaian,melahirkan kedamaian....


Gw cuma mau bikin semua orang bangga vin,gw cuma mau orang-orang selalu inget sama gw sebelum gw pergi ninggalin mereka,gw gak mau waktu gw kebuang sia-sia

Maaf vin,maafin gw kalo keinginan gw itu salah,kalo itu nyakitin loe. Gw gak tau vin,gw gak tau...

Syair dan melody,kau bagai aroma penghapus pilu. Gelora dihati,bak mentari kau sejukkan hatiku.

Lagu dari kaset itu terus mengalir bersama dg air mata alvin. Suara rio mula terdengar lemah.

Dan soal ify,gw cuma pengen ngerasain cinta tulus vin,sebelum gw mati. Gw gak tau kalo,loe juga suka sama ify. Saat loe marah sama gw,gw hancur,vin. Gw ngerasa sendiri,jadi gw mhon lne jangan marah lagi ya,maafin gw.

Burung-burumg pun bernyanyi bungapun tersenyum melihat kau hidur hatiku...

"gw marah,yo, marah bgt, loe anggep gw apa yo?? Kenapa loe gak pernah cerita ttg penyakit loe,kenapa yo??" batin alvin.


Saat loe baca surat gw,mungkin penyakit sialan ini udah bawa gw pergi dari dunia. Tp gw gak pernah jauh vin dari loe. Gw titip mata gw ke loe,supaya loe tetep ngerasa deket ya sama gw. Gw minta loe jagain ify buat gw,temenin dia,bahagiain dia. Sekali lagi,gw minta maaf vin,maafin gw.


Sahabat jahatmu
       mario.


Hatiku mekar kembali,terhibur symphomi,pasti hidupku kan bahagia..

"jadi mata ini??" alvin meneteskam air mata.
"mata loe,gak mau yo sama gw,liat dia selalu ngeluarin air mata" ucap alvin lirih.

"gmna gw mesti jelasin sama ify,yo??"gumam alvin lirih.




alvin melihat kembali pada video itu,kini gambar berganti. Seorang lelaki kurus dan pucat,terbaring lemah. Ditubuhnya tertempel banyak alat medis. Matanya sayu dan terlihat sangat lelah. Tapi dia tetap tersenyum dg tulus.

"rio.."

alvin tak mampu melihat rio dlm keadaan seperti ini,dia menyesal atas semua sikapnya pd rio.



"yo,hidup loe udh sempurna,tp kenapa loe tinggalin itu semua?? Tapi loe berhasil,Yo. Semua orang gak akan pernah lupa sama loe,mario si ganteng,mario si perfect,mario sang ketua osis. Semua orang bakal inget sama loe. Gw maafin loe,yo. Dan gw harap loe juga maafin gw" kata alvin sambil menatap foto rio.

"gw bkal kangen bnget sama loe,marioku sayong" alvin menghapus air matanya,ia mengusap bercak-bercak darah dikasur rio.

"MARRIIOOOO,APIN KANGEEENN" Alvin berteriak sekenceng-kencengnya,
bersamaan dg itu kaset video dari riopun mati.


Pasti hidupku kan bahagiiaaaaa...



THE END




admin 4 novia..


thx all yg udah mau baca cerita-cerita aku,
ajak temen-temen kalian buat gabung juga yaa disini..



salam kenall,
sangkyuuu...

_DTBR_

Balon Udara RIFY -cerpen-

hhaii,hhaaiii...
aku ada cerpen nihhh,,








Ayo,ayo tebak, sad or happy ending???



Langsung aja dech,





cekidot =>


"hhuhuhuhu,hiks,hiks,hiks." ify menangis tersedu.
Ia melompat-lompat dibawah sebuah pohon,tangannya menggapai lurus ke atas.

"huufh,gak bisa" ify akhirnya menyerah,ia terduduk,tangan kecilnya memeluk kedua lututnya.

Tak berapa lama,seorang anak laki-laki berperawakan tinggi menghampirinya.

"hei,ade cantik,kok nangis" sapa anak laki-laki itu.

Ify pun menghentikan tangisnya lalu menoleh.
"itu kak rio,balon ipy kesangkut disana" ucapnya lucu seraya menunjuk pd balon merah muda yg tersangkut diranting-ranting pohon mangga yg daunnya sedikit,buahnya sedikit,kecil-kecil,asem pula *abaikan.

"ohh itu,tunggu ya,biar kaka ambilin deh" ucap anak yg bernama rio itu.

Rio pun segera dgn cekatan menaiki cabang-cabang pohon mangga itu,tangannya telah berhasil menggapai ujung benang yg tergantung pd balon.

"yeyeye,kaka hebat" seru ify,sambil bertepuk sebelah tangan(?)

rio pun segera turun,tp sial kakinya berpijak pd ranting yg rapuh sehingga rio terjatuh dan ngegelinding ketanah
*lo pikir bola ngegelinding?*

Bruugg


"awww" rintih rio. Ify pun segera menghampiri rio dgn wajah sangat cemas.

"kaka.."
"kaka gak ppapa? Ada yg luka?" tanya ify.
"kaka gak ppapa kok.nih balonnya untung gak meledak ya. *woho,tabung elpiji kali,meledak* ". rio menyerahkan balon ify,balon yg tetap digenggamnya,walau saat ia terjatuh tadi.
Ify meraih balonnya,tapi matanya tertumpu pd tangan rio yg lecet dan mengeluarkan darah.

"tangan kaka berdarah" titik-titik kecil mulai berjatuhan dari mata ify.
Ia melepaskan balon yg digenggamnya,tanpa pamit balon itu pun langsung mengudara diangkasa.

Ify segera meraih tangan rio dan membersihkan darah yg mengalir dgn sapu tangannya.

"sakit ya kak? Maap ya?" ify msh terisak pelan.
"yah,de. Balonnya kok dilepas??" tanya rio,sambil menatap balon yg terbang semakin jauh.
"kalo gak dilepas,siapa yg bakal ngobatin lukanya kaka"
"kaka,gak ppapa kok,udah jangan nangis,ayo senyum" kata rio,smbil mmandang teduh pd ify Ify pun tersenyum.
"peri kecil" gumam rio.
"apa kak?" ify bingung.
"iya,kalo kamu senyum,kamu kayak perh kecil. Senyum kamu manis bgt" puji rio.
"kaka juga,cakep bgt,kayak pangeran" ucap ify polos.
"kalo gitu mulai sekarang ipy jadi peri kecilnya kaka dan kaka jadi pangerannya ipy,okeh??" tawar rio sambil mengacungkan jari kelingkingnya
"oke" ify pun menautkan jari kelingkingnya,
keduanya tersenyum,
lalu beranjak meninggalkan taman itu,karena remang-remang senja mulai datang.


Ify (5thn) dan Rio (6thn),keduanya bertetangga,mereka mulai bersahabat sejak rio dan keluarganya menempati rumah kosong disebelah rumah ify. Sejak itu,mereka berteman dekat. Ify yg anak tunggal sangat senang memiliki teman baru dan rio yg menderita penyakit jantung bawaan sejak kecil,merasa mendapat semangat dari keceriaan ify.



---

11thn kemudian


DOORRR

Balon berwarna ungu itu,meletus didekat telinga rio.

"RIOgantengGAKadaYANGpunya" latah rio keluar deh ttu.
"hhahahaha,latah aja ngonsep,hhahaha" ify tertawa puas.
"sialan lo fy,mau bunuh gw,kalo jantung gw kambuh gimana??" rio mencak-mencak.
"nggak donk,kakaku sayang,ify kan tak bisa hidup tanpamu" ucap ify sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"najong lo,lebe" kata rio,lalu kembali ia berkutat dgn bukunya.
"baca apaan sih,ka?" tanya ify,sambil duduk disamping rio.
"cara berternak kutu" jwb rio sekenanya.
"wohoo,kenapa kagak sekalian lo baca,tips-tips menjadi pawang tikus profesional?!"
"ogah gw kan ganteng"
"idih,gak nyambung tau" "ekh,fy.
"Besok jalan yuk" ajak rio,sambil menutup bukunya.
"gak akh,jalan sama lo sih,paling juga kesawah,atau nggak kerawa-rawa,trus dijajaninnya paling es dawet 2000 perak,lo kan kere,kak" ify mengoceh.
"ya,muka-muka kayak lo kan,kagak pantes kalo gw ajak ke mall. Udah pokoknya besok gw jemput jam 9 pagi" rio maksa
"iya deh,apa sih yg nggak buat kakak" ify setuju.



---



keesokan harinya.


"IIPPPPIII" teriak rio didepan gerbang rumah ify.
"woi,nyante kak,kagak usah pake teriak berapa?!" jwb ify dari jendela kamarnya.


Ify pun keluar dari rumahnya,ia msh mengenakan piyamanya dan memeluk boneka kesayangannya. Ify mengamati rio...

"lo mau kemana kak,kok udah rapih?" tanya ify.
"errghh,ada bantal gak?" tanya rio dgn ekspresi yg sulit diartikan.
"ada,buat apaan?" tanya ify polos.
"gw pengen nonjok orang nih" kata rio sambil menatap sinis pda ify.

Krik kriiikkk.


1



2




3


"HUWWWAAA,sorry kak gw luppa" ify heboh sendiri.

"BURUAN SIAP-SIAPPPP" teriak rio,ify langsung ngibrit ke kamarnya sambil menutup telinganya.

"gila,kak rio,sarapan peluit kali yak,suaranya cempreng bgt" batin ify.

Setelah rio lumutan dan karatan,ify baru keluar dari kamarnya. Ia terlihat camtik dgn balutan dress putihnya,rio menatap ify dari atas sampe bawah,trus keatas lagi,kebawah lagi,trus keatas lagi,kebawah lagi (?)

"lo salah kostum fy,orang gw mau ngajak lo.nangkep belut." celetuk rio.
"Gag usah becanda deh kak,gw sambit pake samurai,nyaho lo" jwb ify.
"hhehe,yaudiin yuk berangkat" ajak rio.


Merekapun pergi berjalan-jalan hari itu. Jalan-jalannya dimulai dari dufan,disana mereka mencoba wahana-wahana baru yg bikin jantung rio ng'dance. Mereka juga mencoba wahana lain,yg mengembalikan mereka kemasa kanak-kanak mereka dulu. Mereka tersenyum,tertawa lepas,bergandengan,waktu dan dunia seakan mengalun mengikuti irama canda mereka.

Setelah puas dgn dufan,ify dan rio pergi kepantai,diatas hamparan pasir putih mereka mengukir sebuah nama 'RIFY'..
Keduanya berlarian mengejar ombak,menikmati air laut yg menyentuh lembut kaki mereka,mengikuti deru angin yg menemani kala itu.


Dan terakhir kesini,
ditaman ini...


"duduk sini kak" ajak ify yg duduk pd sebuah ayunan.
"kak,makasih ya" lanjutnya sambil tersenyum.
"untuk??" "untuk semuanya,terutama untuk hari ini,ify seneng bgt"
"fy..."
"ya?"
"gw.."
"kenapa kak?" "
gw mau,itu gw hari ini,anu fy,gw..."
"apaan sh lo,kak. Gak jelas bgt” ujar ify kemudian menjejakkan kakinya dan mendorong ayunan dgn kakinya.(ngerti gak? Kalo gak ngerti,dingerti-ngertiin aja ya).
Sehingga ayunan yg dinaiki rio dan ify,mulai berayun Semakin lama semakin cepat dan tinggi.

"lusa gw berangkat ke singapur fy" ucap rio tiba-tiba,ify tersentak,
ia melepaskan pegangannya pada ayunan,sehingga ify terjatuh.

"ify" pekik rio "lo gak ppapa fy??"
"lo boong kan kak?" tanya ify,matanya mulai berkaca-kaca.
"fy lutut lo,berdarah"
"kak rio,lo boong kan??"
"sini fy,biar gw bersihin luka lo"
"kak rio,kiat gw,bilang kalo lo boong,lo bercanda kan,kak?" ify menangis,ia mengguncang-guncangkan pundak rio.
"fy,gw..."
KAKA JAHAT" teriak ify,lalu berlari menjauh.
Rio hanya bisa menatap punggung ify dgn sedih.
"maaf,fy..."




---

tok tok tok

"ify,buka donk,lo tega amat sih sama gw" sivia,sahabat ify sekaligus sepupu rio,sudah mengetuk pintu kamar ify sejak tadi,
tp ifynya tetap tak bergemin.
"ify loe egois bgt sih,lo kira lo tu siapa.a rio sih?? Rio tu pergi buat nerusin sekolahnya,buat ngejar cita-citanya,bukannya dukung lo malah ngambek gini,manja bgt sih lo" omel via,kesal.

"okeh,emang gw bukan siapa-siapanya kan rio,trus kenapa lo masih disini,gw gak mau nganter rio kebandara,gw gak mau.lo pergi sana." teriak ify dari dalam kamarnya.

"oke,gw bakal pergi,nyesel gw fy,punya sobat kayak lo, ALYSSA SAUFIKA UMARI, lo bakal nyesel" umpat sivia dan BRAKK,
via melempar sebuah kotak kearah pintu kamar ify.
Beberapa detik kemudian derap langkah via mulai terdengar samar dan menjauh.

"lo gak ngerti vi,lo gak ngerti. Perasaan gw bilang kalo kak rio bakal ninggalin gw selamanya,gw takut,hiks" batin ify,air matanya terus mengalir,perlahan ia membuka pintu kamarnya,didapatinya sebuah kotak tergeletak disana,saat dibuka,hanya ada seuntai pita berwarna merah hati dan sepucuk surat yg berbunyi


pita itu akan selalu mengikat aku dan kamu,fy,
dalam sebuah ikatan yg mungkin saat ini masih terlihat semu,
tapi akan menjadi sangat nyata saat aku pulang nanti.

Tunggu gw,fy. Tunggu gw...



---




3thn kemudian.

Ify masih menunggu,meski arahnya mulai semu.
Ia tetap bertahan meski kisahnya tak tentu jalan.
Rio,ntah apa dan mengapa,tak ada kabar lagi darinya,tak ada telpon,sms,Apalagi kado dihari ulang tahun ify.
surat terakhir darh rio pun pinggirannya sudah mulang rapuh dan menguning.
Ify hanya bisa menangis,ia tak mengerti bila harus bertahan apa yg sebenarnya ia pertahankan,cintakah??
Tapi bila harus menyerah,tentu hatinya menolak, msh kah rio mengingatnya,akankah rio menepati janjinya.
ia benar-benar buta akan arah kisahnya.


Suatu malam.


'pangeran ganteng' caling..


"kak rio" batin ify,ia segera mengangkat teleponnya..

"halo"
"halo peri kecil"
"kak rio... Lo kmana aja? Gw kangen tau"
"hhe,kan lo yg minta gw serius sama sekolah gw. Dan besok sore gw balik,cantik.."
"really"
"iya,fy.. Besok jemput gw ya dibandara. Udah sana cepet tidur udah malem, miss u"
"miss u too"

klik, telepon pun terputus.


"huwaaa,pangeran gw besok pulang" teriak ify histeris *pangeran saya kali,fy*.
Hp yg digenggamnya hampir saja dilemparmya karena terlalu gembira.


Sore hari pukul 16.00


ify sudah bersiap-siap akan menjemput rio dibandara,ia sudah mengenakan pakaian terbaiknya,berdandan secantik mungkin,senyum pun tak henti-hentinya terpeta menghiasi paras ayunya.

Breaking news
pesawat garuda indonesia, singapore-jakarta pukul 15.50 tadi mengalami kecelakaan,bangkai pesawat ditemukan hancur menabrak perumahan penduduk,seluruh awak dan penumpang dipastikan tewas *ngarang bgt saya*


CETTARR


Tulang belulang ify,terasa dilucuti,ia terduduk lemas,air matanya sudah mengalir deras,deras sekali,menyapu polesan bedak yg tadi menghiasi pipinya.
"gak,gak mungkin,kak rio... Ini pasti salah"



dibandara



"via" seru ify saat melihat via dikerumunan orang,via menoleh.
"ify,hiks,hiks.rio,fy" via menangis tersedu.
"gw gak rela,fy. Dia sepupu terbaik gw,gw blum liat ijazahnya,gw blum liat foto wisudanya" lanjut via.
"rio mana vi,dimana rio?!"
"jasadnya belum ketemu,fy"
"gak,gw yakin dia masih hidup vi,kak rio janji bakal balik buat gw"
"tapi semua penumpang..."
"gw gak percaya,sebelum gw liat jasad kak rio sendiri"

"maaf,apa nona-nona ini keluarga dari mario stevano aditya"
"iya pak saya sepupunya"
"kami menemukan kartu identitas ini pada korban" petugas itu membuka sebuah karung mayat dan membukanya.

Sosok laki-laki berperawakan tinggi berkulit hitam manis,terbujur kaku.
Wajahnya sudah rusak pasah sehingga sulit untung dikenali. Tapi perawakannya,tentu ify hapal,bahu,tangannya,ify hapal betul itu rio,kakak tercintanya, arrghh,bukan,mungkin bukan kaka,tepatnya laki-laki yg sangat ia cintai.
Ify mundur menjauh.

"gak,itu bukan kak rio,itu bukan kak rio" ify berusaha mengingkari apa yg dilihatnya,tapi hatinya tentu tak dpt diingkari.

Ia pergi menjauh,


"ify,fy,ifyy" panggil via,tapi tak dihiraukannya.

Ify terus berlari kearah taman,taman yg diberi nama taman balon oleh ify dan rio,ditaman ini sejak kecil ify dan rio sering menerbangkan balon-balon harapan mereka,ify memang sangat menyukai balon dan rio sangat tau hal itu.



"kaka"
"kaka jahat,kenapa kaka tinggalin ify"
"kaka jahat"
"ify kangen tau gak,kak rioo...." ify menangis.


Waktu tlah tiba,
aku kan meninggalkan
tinggalkan kamu tuk sementara
kau dekap aku, kau bilang jangan pergi
tapi ku hanya dapat berkata...


ify sangat mengenal suara itu.
ia memejamkan matanya,karena menyangka bahwa ini semua hanya khayalannya,
tapi sesaat kemudian ada tangan hangat yg menyentuh pipinya, dan menghapus air matanya.
perlahan ify membuka matanya..

aku hanya pergi tuk sementara,
bukan tuk meninggal kan mu selamanya
aku pasti kan kembali pada dirimu
asal kau jagan nakal
aku pasti kembaliii.....


"kak rio..." lirih ify
"apa gw mimpi???" yanya ify.
"gak fy,kamu gak mimpi. ini aku rio. aku tepatin janji aku kann??"
"tapii kannn..."
"gw selamet fy, tuhan masih ngasih gw kesempatan buat jagain peri kecil gw"
"gw takut bgt tadi,kak"
"sekarang kan gw udah disini but lo" rio tersenyum

"fy makasih ya, lo udah maununggu gw,lo udah jadi semangat gtw,lo udah jadi obat buat gw. maap kalo gw minta terlalu banyak dari lo,tapi gw minta satu hal lagi fy..."
"apa??"
"jadilah peri kecil gw selamanya fy,lo mau???"
"gw mau kak,dan kamu,mario stevano,jadilah pangeranku,pangerannya ify,selamanya,"


keduanya pun berpelukan,menikmati ikatan yg kini telah nyata untuk keduanya,ikatan yg akan menyatukan mereka dalam suka dan duka.
bersamaan dgn itu,balon warna warni beterbangan dilangit diatas mereka...


"yeeeeeee" seru seseorang
"via" ify dan rio berkata dgn kompakk.

"hhehehe,, makasih lo berdua sama gw. gw udah niupin tu balon semuanya,ampe pipi gw tembem" kata via sambil menhampiri ify dan rio.


"yahh.vi, itu mah bawan lahir kali" celetuk rio
"hahahaha" ify fertawa, sivia cuma manyun 2 meter (?)


mereka pun berdiori menatap langit,pandangan mereka mengantarkan balon balon disana terbang bebas menghiasi langit senja sore itu..




THE END






gimana,gimana jelek yaa???
tau kok???
tapi semoga tetep ada yg mau baca yaaa...
kritik dan sarannya ditunggguu....


add ma yaa

Novia Rise MarioAditya





admin4 novia


sangkyuu =)

Pelangi Persahabatan Kami -cerpen-

aku ada cerpen juga nihh,
baccaaa yaaaa...





cekidott =)



"separuh darimu menjadi bagian dari kami,separuh darimu memberikan kekuatan pd kami dan separuh darimu menjadi setitik kehidupan untuk kami"


tetesan air langit masih saja mengguyur bumi,sejak tadi pagi.
Awal november....tentu saja hujan yg berkuasa,bhkan hujan tdk mengizinkan senja muncul hari ini,untk sekedar menjemput mentari kembali keperaduannya.

Dan aku masih terdiam disini sejak beberapa menit lalu,mengama i isak tangis yg ku dengar. Isakan kecil milik seseorang yg sangat aku kenal. Cowok tampan dan manis begitu,kata orang tentangnya. Tapi aku tak tau, ya..karna memang aku blm pernah melihatnya.

Aku ify,aku buta sejak lahir dan karena itu,aku tinggal dipanti ini.

Aku mulai mencoba menghampirinya,memayunginya dg payung merah mudaku.

"ngapain kamu disinh sendirian yo??" tanyaku pada cowok yg akrab disapa rio itu.
"jgn sok care deh" ia membentakku,sambil menepir payungku. Air hujan pun mulai menyapa kulitku.
"yo,ayo kita masuk,kamu kan lagi sakit" ajakku,dgn sedikit paksaan sambil menarik tangan rio.
"aarggh,LEPAS.gw blng gak usah sok care,gw gak sakit. Gw baik-baik aja,jgn fikir gw sama kyk loe dan temen-temen loe yg cacat dan penyakitan" bentak rio kasar.

Sakit. Ya,tentu saja aku marah dgn ucapan rio tadi. Tapi aku tetap tak tega membiarkan rio,sahabatku,kehujanan sendiri disini,apalagi ia baru sembuh dari sakitnya.
"kalo kamu gak mau masuk,aku juga bakal tetep disini nemenin kamu" ancamku.
"udah deh,PERGI SANA" rio mendorongkuu..

"ifyy..." teriak seorang cowok menghampiriku.
"fy,kamu gak ppapa??" ucp seorang cewek sambil membantuku berdiri.
Mereka adalah sahabatku,alvin dan sivia. Alvin adalah penderita penyakit kerusakan hati kronis,sedangkan via menderita gagal ginjal. Panti ini memang dibangun khusus untuk anak-anak seperti kami. Disini kami merasa lbh nyaman,kami merasa sama dan senasib,disini kami belajar saling melengkapi,belajar peduli dan berbagi.

Tapi rio... Dia berbeda dgn kami,setauku dia tdk cacat,apalagi penyakitan. 11 thn lalu,ibu panti membawa seorang anak berusia sekitar 5thn
Ibu panti bilang ia menemukan anak itu,distation.
Anak itu mengangis mencari ibunya,mungkin rio terpisah dari orang tuanya,atau mumgkin sengaja ditinggal. Akhh,ntah lah,itu tdk penting untuk kami. Saat itu,kami hanya berfikir akan mempuyai teman baru lagi.

"orang tuaku,pasti akan menjemputku"

itu kalimat andalan rio.
Sejak kecil dia selalu menolak saat kami ajak bermain. Dia tdk suka dgn keberadaan kami,dia lbh suka sendiri,asik dgn dunianya sendiri. Tapi seiring berjalannya waktu,sosok asli rio mulai muncul.
Rio anak yg lucu dan baik hati. Pada dasarnya rio itu ramah dan penyanyang,kami semua jadi mulai terbiasa membaur dgnnya,diapun mulai bisa menerima kami semua kami semua sbg anggota keluarga barunya. Aku,via,alvin dan rio mmg berteman sangat dekat. Kami sering bermain bersama. Rio mengajari banyak hal pada kami,termasuk semangat untk sembuh. Rio yg mengajari alvin bermain gitar,menemani bermain sepak bola,bhkan rio jg mau membantu via merawat bunga-bunganya. Rio juga selalu menceritakan hal-hal yg tdk bisa aku lihat,seperti keindaha saat mentari terbenam,bunga yg bermekaran,rinai hujan,juga tentang sosok alvin dan via. Rio bilang alvin itu cakep,tinggi,kulitnya putih,sedangkan via,cantik dan chubby. Dan rio blang kalo aku itu manis,dgn dagu tirus dan rambut lurus yg membingkai wajahku.

Tapi ntah mengapa sejak beberapa bulan lalu,sosok rio berubah,ia menjadi rio yg dulu,yg tak mengizinkan seorangpun masuk dlm kehidupannya,rio yg cenderung kasar dan sangat menyebalkan.
"yo,lo apa-apaan sih?" bentak alvin
"LOE GAK USAH IKUT CAMPUR"
"tp kita sahabat kamu yo,dan kita sedih liat kamu kyk gini" tambah via.
"kamu kenapa sh yo?? Kita kangen rio yg dulu." tanyaku.
"ini gw rio. Yg ada dihadapan lo semua,inilah rio yg asli. Rio yg kemarin udah mati,MATI" Rio pergi,diiringi deru angin yg menusuk kulit.

"KAMU TETEP SAHABAT KITA,YO" Teriakku,aku tau rio pasti tak peduli dg kata-kataku.




-----


sore itu selepas hujan,kami bertiga,aku,alvin dan via,berkumpul didanau bintang. Danau ini,rio lah yg menemukannya
Sudah berapa lama rio tak mengunjungi,tempat ini. Akhir-akhir ini,rio lbh sering mengunci diri dikamarnya.

Danau ini dikelllingi daun berwarna hijau cerah,dihiasi butiran-butiran bening sisa air hujan. Air danaunyapun bergerak perlahan membiaskan langip yg kala itu dihiasi pelangi. Saat malam danau ini akan menghamparkan ribuan bintang dan pedar cahaya bulan.

"ekh,ekh lihat ada pelangi" kata alvin.
"ohh ya??" balasku.
"iya fy" jwb via. "andai ada rio disini,pasti dia akan menceritakan warna-warni tentang pelangi itu" batinku.
"aku kangen rio" gumamku,
"kita juga,fy" kata alvin dan via bersamaan.

Setelah itu,kami terdiam. Tak berapa lami pelangi pun hilang,kami pun beranjak pulang,tapi kemudian derap kami terhenti,alvin dan via melihat rio melangkah perlahan kearah sebuah pohon. Ia menggali lubang disana dan menguburkan sesuatu,sejenak rio terdiam lalu air matanya mulai menetes perlahan.

"ngapain ya rio disitu,kenapa dia nangis" via bertanya-tanya.
"rio nangis?? Aku mau samperin dia." kataku.
"jgn fy,ntar lo kena bentak lagi,udahlah mungkin dia udah gak butuh kita." cegah alvin.
"tp dia sahabat kita,vin" ktaku.
"dulu" sergah alvin.
"selamanya vin,SELAMANYA" Aku pergi menjauh.



-----



2minggu kemudian.


Suara guntur dan angin menghiasi malam itu. Kami kini,membisu,menatap sosok lemah itu dari balik kaca. Ia terlihat begitu letih,guratan kesakitan hampir menghilangkan ketampanannya. Rambutnya menipis,kulitnya pucat,bibirnya pun putih,dan tangan yg dulu selalu diulurkan untuk membantu teman-temannya,kini terkulai tak berdaya.
Air mata??? Tentu tak dapat dihitung,sudah berapa banyak yg tertumpah.

"rio selalu bilang,kalian segalanya untuknya, maafkan sikap rio selama ini pd kalian,dia hanya tdk ingin kalian sedih saat dia pergi nanti" jelas ibu panti kpd kami.
"ibu jgn bilang begitu,rio pasti sembuh. Kita selalu mendoakannya." ucapku getir.

Semua hanyut dan kesedihan dan doa. Doa untuk sahabat terbaik kami. Aku takut,ntah mengapa aku merasa rio akan segera pergi meninggalkan kami,tp sgera ku tepis perasaan itu.
Bagaimana jadinya kami tnpa dia,bukankah dia yg selama ini menyemangati kami,yg ikut merasakan kesakitan alvin,yg ikut menangis melihat via kemo,yg menjadi tongkatku,cahayaku. Tentu tuhan tdk akan sejahat itu,mengambilnya dari kami. Bersamaan dgn doa yg terus mengalir untk rio yg sedang berjuang didalam sana,memori tentang riopun mengalir dlm pikiran kami masing-masing.


>>FLASHBACK

HHAHAHA

kami kompak menertawakan rio yg terpeleset ke air danau saat itu,rio tentu saja hanya nyengir dgn baju yg basah kuyup. Ia menghampiri kami.

"apiiiinnn" rio memeluk alvin.
"huwwa,rio. Gw jadi ikutan basah deh" keluh alvin.
"ekh,ekh,liat tu,ada pelangi" tunjuk via.
"ekh iya,tapi kok gak ada warna hijaunya.ya" tanya alvim.
"bukan gak ada vin,mungkin belum jelas. Pelangi itu akan selalu dtang dgn warna yg lengkap,sama kyk kita yg selalu saling melengkapi agar semuanya menjadi lbh mudah dan indah" jelas rio.
"pengen deh,persahabtn kita kyk warna-warni pelangi,selalu lengkap. Tapi syangnya gak mungkin ya,suatu hari,salah satu dari kitaa...." "alvin pasti dpt pendonor hati,via pasti dpt ginjal yg cocok dan ify pasti bisa melihat lagi,percaya deh,suatu saat kalian akan sembuh dan menatap pelangi itu smbil tersenyum" rio memotong perkataan via sebelumnya,
ia tdk mau membicarakan kematian atau perpisaha.
"iya,aku jdi gak sabar pngen bisa liat pelangi" ucapku

>>FLASHBACK OFF


"bangun yo,gw mohon" batin alvin
"jgn tinggalin kita yo" bisik via dlm hatinya



-----



kami berlari kecil dikoridor rumah sakit. Via terus menggandeng tanganku. Senyum manis merekah disudut bibir kami.
Rio sadar.

"rio.." sapa alvin.
"haii.." rio tersenyum,kami menatapnya sedih.
"pda kenapa sih,gak usah didramatisir gitu deh,gw sadar bukan buat liat kalian nangis bombay begitu" kata rio.

"loe harus janji yo" kata alvin.
"janji apa" tanya rio.
"janji gak bakal ninggalin kita" lanjut alvin.
"iya,dan kamu jg harus cepet sembuh yo,kamu kan udah janji mau nemenin aku liat pelangi. Sebentar lagi aku bakal bisa liat yo" pintaku pada rio.
"kita semua dpt pendonor yo,kita bkal sembuh,kayak yg kamu bilang dulu." sivia tersenyum,rio membalasnya.
"gw pngen jalan-jalan kebukit bintang.kalian mau anterin gw kan?? Gak akan lama kok,sebentar aja" pinta rio. Melihat keadaannya yg stabil,kamipun akhirnya setuju.
"yaudah,tapi sebentar aja ya,loe kan hrs istirahat" kata alvin,rio mengangguk setuju.
"yaudah aku izinin kedokter dulu ya" usul via.




-----



kamipun mulai menyusuri jalan berumput menuju danau bintang,dan kalian tau?? Rio meminta aku,aku yg buta hni,untuk mendorong kursi rodanya. Dia selalu mengarahkanku,menuntunku kejalan yg tepat. Aku semakin sadar akan sangat sulit berpisah darinya,dia adalah titik cerah yg tuhan kirimkan untuk sosok sosok dalam kegelapan seperti aku.

Saat sampai,kami disap oleh bau tanah yg merebak dan tetesan air yg bergelantung di ranting-ranting pohon. Tapi air danaunya berubah,tdk lagi tenang seperti biasanya,tapi kini beriak seakan sedang gelisah.

"ekh,ekh,pelanginya udah muncul" teriak via. "selalu indah" guman rio.

Kami semua menatap barisan warna itu,akupun seakan menemukan lengkungan berwarna itu dlm kegelapan. Memang dilihat berapakalipun tak akan mengurani keindahannya.

"aku pengen jadi warna merah,kuat dan berani,supaya bisa jagain kalian" kta alvin,tiba-tiba.
"kalo aku pngen jadi kuning,ceria dan periang,supaya aku bisa bikin hari kalian selalu cerah" lanjutku.
"aku pngen jadi warna hijaunya,tenang dan lembut. Biar aku bisa bawain kalian kesejukah" tambah via.
"dan aku pngen jadi hujannya" ucap rio,kami semua menoleh kearahnya.
"kenapa hujan yo. Kenapa gak jadi langitnya,langit tempat pelangi bergantung" saranku. "suatu saat,kita pasti akan pisah,dan aku bakal jadi orang pertama yg mempersatukan kita. Kalian tau kan,pelangi gak akan muncul,tanpa seruan hujan. Karna itu aku pengen jadi hujan,hujan yg akan memanggil kalian,pelangiku."

aku menangkap kata-kata itu sbg ucapan selamat tinggal. Aku berfikir bahwa rio sadar bukan utk sembuh,tapi hanya utk mengizinkan kami melihat senyumnya utk yg terakhir kali.

"kita balik yuk yo" ajakku.
"ntar fy,tunggu pelanginya ilang" rio menolak.

Kami menatap pelangi itu,pelangi terakhir yg bisa kami nikmati bersama sosok rio,karena setelah itu,bersamaan dgn pelangi yg lenyap,mata riopun perlahan merapat,tapi kedua sudut bibirnya,tetap membentuk lengkungan manis.

"hiks" aku mendengar via terisak.
"pelanginya udah ilang yo,ayo kita balik" lirh alvin.

Kita sama-sam tau bahwa jiwa rio telah meninggal raganya. Aku menggenggam tangan rio,dingin.

Saat menuju rumah sakit aku kembali yg mendorong kursi roda itu. Tapi kini tentu berbeda,karna raga yg duduk diatasnya tak lagi menunjukan arah yg harus ku tempuh. Kami semua terdiam,merasak gejolak kesedihan dlm relung hati.


-----



hari itu cuaca cerah,burungpun berterbangan diangkasa. Kami berdiri disini,dibawah sebuah pohon besar ditepi danau bintang. "sekarang vin" kata via

alvin pun mulai menggali tanah itu,tak berapa lama sdbuah kotak muncul didasar lubang yg tdk terlalu dalam. Alvin mengambil dan membersihkannya dari beberapa bulir tanah. Kami bertiga sepakat utk segera membukanya. Membuka kotak yg rio kubur waktu itu. Saat kami membukanya,kami dapati 5buah benda disana, hiasan meja berbentuk gitar dari alvin,syal biru tua dari sivia,gantungan kunci berbntuk bola basket darilu dan selembar foto. Foto kami berempat sdg tertawa lepas menatap kamera.

"ternyata memang manis" batinku.

Ya,inilah kali pertama aku melihat wajah rio. Sekarang kami bertiga tlh sembuh,pendonor itu tlah memberika separuh dari dirinya,untuk menjadi setitik kehidupan untuk kami.

Dan terakhir sepucuk surat yg ditaruh didasar kotak. Alvin mulai membuka dan membacanya. Aku dan via mendengarkannya.

Gw mario stevano aditya,gw bukan cowok hebat,gw juga bukan cowok kuat,cuma seorang cowok yg baru nemuin kebahagian gw dsini,gw baru ngerasain gmana rasanya disanyangi,gmana indahnya berbagi,dari kecil gw sendiri,gw dibuang sama nyokap gw. Tapi gw bersyukur karena dgn gitu akhrnya gw bisa ketemu mereka.
Ify
sivia
dan alvin.

Sobat gw,semangat gw,hidup gw.
Gw rela tuker apapun yg gw punya buat mereka. Saat gw tau,mereka bakal cepet ninggalin gw,gw takut,gw sedih.gw berdoa agar gw duluan yg dipanggil tuhan,supaya gw gak perlu ngerasain sedihnya kehilangan mereka. Dan tuhan kabulin doa gw,kanker otak stadium akhir. Sesaat gw fikir itu anugrah.tapi kemudian gw sadar,gimana mereka kalo gw pergi,siapa yg bakal jagain mereka.

Berpura-pura semuanya baik-baik aja,tentu bukan hal yg mudah,jadi gw milih jauhin mereka.
Gw gak mau semangat mereka buat sembuh hilang saat tau keadaan gw.

Gw nyesel sama doa gw,gw gak yakin sanggup biarin mereka sedhh.gw gak akan sanggup ninggalin mereka,gw msh pengen liat senyum mereka. Akhirnya gw putusin, gw titipin sebagian dari gw kemereka. Mata untuk ify hati untuk alvin dan ginjal untuk sivia. Segoga dgn gini gw bakal tetep bisa disisi mereka meski dlm wujud yg nantinya akan berbeda.




Tak ada airmata yg tercurah dari kami bertiga,melepas sahabat terbaik kami tentu bukan dgn airmata. Lagipula hujan telah mewakili kami.

Ya saat itu hujan turun,padahal hari sangat cerah,bhkan mentari tak beranjak dari tempatnya. Kami berlari-lari kecil ditengah hujan,seperti yg sering rio lakukan dulu,kami berkejaran dan tertawa lepas menikmati hujan. Biarlah raganya menjauh,tapi kasih sayangnya tentu mashh mengalir dlm deru darah kami.


"ekh,liat ada pelangi" tunjuk via
"kamu berhasil jadi hujan yo" ucapku lirih.
"rio berhasil bawain pelangi buat kita" lanjut alvin.


Kamipun berdiri tegak,menautkan tangan kami,menatap barisan warna yg dikirim sahabat kami,pelangi persahabatan




the end 





gimana,gimana,gimana bagus gag????
hhehe,

like yaa,coment juga bolehh,

admin4 novia



sangkyuuu all =)

Malaikat Hidup Gue -part 6-

lanjut yaaa =)







Maafkan bila cintaku tak mungkinku persembahkan seutuhnya padamu.
Maaf bila kau terluka,
karna ku jatuh didua hati.

Sivia mengakhiri permainan pianonya,tak terasa 2 butiran bening menetes dari matanya

"selalu bagus" puji seseorang
"iel" Via menoleh.
"nunggu alvin ya?? Alvin kayaknya bakal lama vi,dirumah rio" kata iel,
via memang sudah terbiasa kerumah alvin dan iel,mereka tetanggaan dan memang sudah sangat akrab sejak kecil.
"yaudah deh,aku balik aja" sivia beranjak.
"tunggu vi" Iel mendekat. "kenapa tadi kamu nangis"
"gak tau yel.air mata kan gak harus punya alasaan saat pengen keluar" jwb via.
"kalo kamu gak punya alesan,kenapa kamu sedih,aku punya alesan kenapa kamu gak boleh sedih" jelas iel.
"maksudnya?" tanya via.
"ikut aja yuk" ajak iel.




PANTI ASUHAN KASIH BUNDA


Kesinilah iel mengajak via,
sejenak via bingung,mengapa iel mengajaknya kesini.
Dari luar bangunan itu terlihat sederhana tapi sorot keceriaan terpancar jelas dari sana.



"ayo,vi" iel membukakan pintu mobilnya untuk via.
"tempat apa ini yel?"
"rumah panti,untuk penderita kanker"
"kanker?? Kenapa kamu ajak aku kesini?" tanya via,iel tdk menjawab,ia hanya tersenyum dan mengajak via masuk.

Saat memasuki halaman panti itu,via dan iel disambut senyum hangat anak-anak panti,mereka sangat ceria,tak akan ada yg menyangka bahwa sosok-sosok kecil ini mungkin esok atau lusa akan pergi meninggalkan dunia. Semangat dan kebersamaan menghiasi setiap sudut panti ini.
"ini alasan kenapa kamu gak boleh sedih,mereka aja bisa tersenyum menghadapi dunia mereka" jelas iel dgn tatapan tetap lurus ke depan.

"kak iel" sapa seorang gadis kecil
"ekh aren" iel berjongkok,lalu membelai rambut aren.
"kaka kemana aja? Kok gak pernah kesini??" tanya aren.
"kaka sibuk sama sekolah,sayang. Ekh iya kenalin,ini temen kaka" kata iel.
"hai aren,aku sivia" kata via sambil mengulurkan tangannya.
"aren kak ,  kak via cantik ya kak?" kata aren,sambil melirik iel.
Iel mengangguk,via hanya tersipu.
"aren juga cantik" ucap via.
"kaka pasti peri kecilnya kak iel ya?!" tanya aren.
"peri kecil??"tanya via bingung..


"ssttt,aren itukan rahasia kita" sela iel.
"oh iya,hhehe, ekh kak maen yuk temen-temen pasti seneng kaka dateng,apalagi bawa temen baru,ayuk kak" aren menarik tangan via dan iel.

"temen-temen coba tebak,siapa yg dateng" seru aren.
"KAK IEELLL" seru anak-anak seraya berlari kearah iel
"kaka,aku kangen"
"kak iel apa kabar?"
"kaka kemana aja?"

semua anak terlihat sangat dekat dan menyayangi iel. Via yg pada dasarnya memang menyukai anak kecil,jadi cepat akrab dgn mereka. Kekagumannya terhadap sosok iel pun tanpa ia sadari menjadi semakin nyata. Via merasa iel benar,ia tdk punya alasan untuk bersedih atas hidupnya saat ini,atas apa yg ia miliki,termasuk alvin,kekasihya.
Alvin sosok yg sempurna,tampan,baik dan sangat menyayanginya.
Ia seharusnya bersyukur atas itu semua.
Via tersenyum... "semangat sivia" tekadnya dlm hati.

"hei,senyum-senyum sendiri. Gimana seneng?" tanya iel.
"banget,makasih ya. Ekh,kamu udah sering kesini ya"
"iya,aku sering kesini vi,disini aku bisa dapetin arti kesempatan dan kehidupan" jelas iel.
"maksudnya?"
"aku sakit vi,disini" Kata iel sambil memegang dadanya.
"sakit hati,maksudnya??" iel tdk menjawab,ia malah berdiri dan menggendong aren dipunggungnya,

"kita nyanyi sama-sama yuk" ajak iel.


Kuhirup udara dan rasakan hangatnya mentari,
oh,indahnya hari ini,menjalani hidup yg pasti

janganlah menangis,
lepaskan semua beban dihatimu,
ayo ikutlah denganku,kita bernyanyi
nananananana...


Semua anak pun ikut bernyanyi bersama,mereka mengekor iel dibelakang,membentuk kereta-keretaan dgn via dan rahmi menjadi terowongannya. Mereka bergandengan,berputar,ada yg memukul-mukul galon,ada yg menari,memetik gitar. Mereka berlarian,seakan hendak menjemput hari esok,menjemput mimpi-mimpi indah mereka. Meski dunia telah menumpahkan tinta hitam diatas takdir mereka,tapi dgn semangat mereka,tentu itu bukanlah suatu penghalang.

Hidup ini,hidup yg penuh bahagia,tetap semangat dan jangan putus asa,
hidup ini,hidup yg sangat berarti tetap semangat tuk mengapai impiannnn.

"yyyyeeeeeee"

Mereka terus bermain meski dibawah guyuran Hujan,iel dan via tak terkecuali. Kedua larut dalam kebersamaan mereka,sejenak via ataupun iel melupakan sosok itu,sosok yg pasti akan terluka bila mengetahui ini semua.




---




keesokan harinya


seperti biasa,kelas XI ipa 1,pagi ini sudah ramai,makhluk-makhluk penghuninya sudah berkicau ngalor ngidul (?) gak jelas. Tapi beberapa detik kemudia semua hening..
Tak ada yg bersuara. Semua diam, sunyi,senyap,sepi sekali (?),

sampe-sampe menurut perhitungan cepat rampat bunyi diudara dgn gelombang longitudina*apadeh*,
intinya kalo ada bunyi ketut sedikit aja,pasti bakal menggema didalam kelas itu.

"kenape lo,semua??" tanya cakka yg baru datang dgn tangan diperban dan jalan terpincang-pincang dan yg lebih mengejutkan dunia seisinya adalaaahhh (jerengjengjengjeng)



Agni. A-G-N-I
Agni yg memapah cakka memasuki kelas.

"oomaiigott,agni sama cakka?? Dedepp tolong tampar gw" ray cengo.
"wokeh my bro,dgn senang hati." dan..

PLAKKK

Dgn semangat 45 yg berkobar bagai kebakaran hutan dikalimantan (?) deva menampar ray.
Etdah mantap bgt, tangan deva,sampe terukir indah dipipi mulus ray.

"awww,depaaa,kira-kira dong" spontan ray pun melempar buku yg tebelnya segede apaan tau dah,kearah deva,
tapi BUGGG, meleset,buku itu salah memakan korban,ia mendarat tepat,tegak lurus diatas hidung pangeran saya *baca:RIO*.

"auwww,deva anaknya pak agung,sialan loe" omel rio.
"ray tuh yo,ray yg lempar." elak deva.

"hadeuh,mimpi apa gw punya temen stres stadium akhir,semua. Kenape sih loe pada? Baru liat yak JB lecet-lecet,ampe pada cengo begitu" tanya cakka.
"JB,Juragan Bakwan cak?" celetuk alvin *alvinnya ceritanya udah selesai yak skorsingnya,hhehe,penulis gaje maklumin aja*

"JB kan pedofilia,kka. Umurnya udah setengah abad" kta shilla
"kata siapa lo shill?" cakka tertarik.
"ye,makanya update donk,masa lo gak tau??"
"serius? Akh,issue aja kali,gmana ceritanya?!" cakka melepaskan gandengan agni dan menghampiri shilla.
"jadi gini ~blalalalala~"


"huuhh dasar, cowok_cowok tapi tukang gosip amit-amit." gerutu agni
"hadeuhhh,panasss nihh" goda alvin
"yg air,yg air,es,es,kipas,ayo yg air,airnya" alvin mengikuti gaya pedagang asongan yg suka jualan diterminal yg banyak busnya.
"cemburu menguras samudra,capek dehh" lanjut alvin
"heh,kodok,udah pernah,makan sepatu?" tanya agni galak
"pisss,ag" avin nyengir
"lo ngomong lagi,bakal gw jejelin sepatu gw kemulut lo dgn cara yg tdk manusiawi" ancam agni.
Ckckck, -,-'

tak berapa lama,ify datang,saat hendak menempati tempat duduknya,ia heran melihat rio yg duduk manis dibangku via.
"ngapain lo duduk disini?"
"ya,lo mau nyuruh gw duduk dimana,via sama alvin,iel sama cakka,lo mau nyuruh gw lesehan" rio sewot.
"BHAHAHAHA,idung lo kenapa yo? Abis diinjek kebo?"
"diem lo,cewek anei"
"ye,ngatain gw lagi. Lo lebih aneh,masa cowok,nangiii...hpph,buhhappf,hpp" rio membekap mulut ify.
"lo lanjutin,gw pastiin lo pulang dlm keadaan kepala,tangan dan kaki misah" ancam rio,lalu melepaskan bekapannya.

"gila lo,huffh,kalo gw mati gimana,dunia bisa berkabung tau gak,kasian daniel radcliffe." ucap ify sambil mengatur nafasnya.
"lagian yaiyalah,kepala,tangan sama kaki gw mah dari orok juga misah,kalo nyatu,gw cacat,dodol. Loe kira gw bego"

"emang bego"
"lo tu yg bego"

"lo kan yg ngajarin"

"lo kan guru gw"

"pokoknya lo lebih bego"

"lo lebih lebih bego"

"lo lebih amat sangat bego"

"lo teramat sanga lbh bego sekali"

"elo...."


hadohhh,,abaikan saja mereka -,-',
kalo diterusin bisa sampe 3 kali puasa 3kali lebaran,
kagak kelar-kelar ceritanya.



Tak berapa lama, pak arief guru b.indonesia datang.


"selamat pagi anak-anak" sapa pak arief.
"selamat pagi orang tua" #ralat# "selamat pagi,pak" koor anak-anak.


"okeh,seperti telah bapak,sampaikan sebelumnya,hari ini kita akan praktek membacakan puisi yg telah kalian buat masing-masing dgn tema bebas. Bapak akan memanggil secara acak,untuk yg pertama,Mario.. Silahkan"

rio pun berjalan kedepan kelas,ia menatap kearah teman-temannya,menarik nafas sejenak...

Hilang..
Terhenti..

Hanya ingin menepi sejenak,setelah lelah ku berlari.
Menjauh dari sebuah masa yg terus mengejarku.
Semua usai, semua  telah terhent, tanpa pernah ku akhiri..i
Letih,,
jalan yg kulalui terlalu panjang untuk ku tempuh sendiri.
Arahnya,membendung langkahku,
mengubur tawaku,merenggut senyumku.
Habis sudah semua terkikis takdir-Mu.
Tapi perihnya tak akan hilang ditelan guliran waktu.


Prok-prok-prok

semua anak memberi applause untuk puisi rio.

"bagus rio,selanjutnya deva,sikahkan maju" lanjut pak arief.

CINTA..

Deva mulai membacakan judul puisinya.

Luka-luka-luka
yg ku rasakan
bertubi-tubi-tubi
engkau berikan.
Cintaku bertepuk sebelah tangan,
tapi aku balas senyum keindahan.

Bertahan satu cinta
bertahan satu
C.I.N.T.A

"kayaknya gw tau deh,puisi ini" celetuk rizky yg duduk disebelah daud.

"woii,penyair gagal,itu mah lagu dodol" seru daud.

"sstt,diem lu,putih" "ngek gw item kali"
"iyalah,terserah lu aja,asal lu bahagia"

 "sudahh,sudah. deva.. duduk dan perbaiki puisi kamu. selanjutnyaa -skip skip skip- ndan terakhir gabriel, silahkan." lanjut pak arief.

iel pun maju kedepan kelas. tapi berbeda dgn anak lain,iel tdk membawa kertas puisinya.



"haduh,mampus gw, gw lupa buat lagi, mengarang bebas dahh" batin iel
"gabriel,mana  kertas puisi puisi kamu???"
"saya sudah hapal pak" jwb iel bohong..
"oke,silahkan kalo begitu"


aku..

sedikit lelah,karena bertahan sendiri
tapi tak berniat untuk menyerah,
selama senyum itu masih merekah indah
aku tak ingin pergi,aku tak ingin berhenti
telah kah mereka sadari
telahkah mereka pahami
hilangnya tawaku
hilangnya semangatku
hilangnya peganganku
atau memang hanya aku yg menyadarinya???
tapi biarlah,
karena selayaknya mereka tak perlu
tentang aku,
tentang kerapuhanku,
tentang sebenarnya aku...


puisi itu mengalir begitu saja dari mulu iel,tapi rangkaian nada sederhana itu ternyata mampu membius semua orang dalam ruangan itu.
semua terdiam,,

"waduh,puisi gw kayaknya ancur gbt dehh,jadi pada shock gitu." batin iel
"SEKIAN DAN TRIMAKASIH" seru iel mengagetkan semuanya.

"bagus gabriel, bagus sekali..." puji pak arief,iel cuma nyangirr.


"daleeemmm" celetuk ify
"lo kira sumur, dalem" ejek rio
"bawel lo"
"lo tu..."
"lo"
"LO"

ckckck,
mulai lagi dehh...



TET TET TET

bel istirahat pun berbunyi,anak anak langsung berhamburan keluar kelass.

"fy.. " sapa rio pada ify yang saat itu baru keluar dari jamban, *maap,toilet maksudnya*
"heh?? ngapain lo disini,ngintipin gw yaa" tuduh ify,PD.
"hadeuh,lu tu ajaib banget sih jadi cewek,heran gw. dulu waktu nyokap lo hamil lo,ngidam apan sihh???"
"ngidam madu satu gentong sama gula 2 karung,makanya gw maniesss" jwb ify asal,
"iya deh terserah lo aja, ekh apa jawaban lo???"
"jawaban apaan???"
"lo mau agak bantuin gw,alyssa??"
"ohh, mario tadinya sebenarnya saya ingin membantu anda,tapi berhubung tadi pagi aja lo udah bikin gw gondok setengah mampusss,jadiii yaaaa..."






nah,nah,nah...
ini part 6nya
maap bgt,bgt,bgt ya kalo ancur lebur(?)

kritik dan sarannyaa ditunnggguuu,banget..

 admin4 novia






sangkyuu =)

Malaikat Hidup Gue -part 5-

dilanjut yaaa...



cekidottt =)




"tolong gw,tolong fy....tolong" pinta rio.



Ify bingung,ia hanya bisa membalas pelukan rio dan berharap bisa mengalirkan sedikit energi positif kpd cowok tampan ini,agar ia sedikit tenang. Tak berapa lama rio melepas pelukannya.



"gw dulu bandel fy,suka maenin cewek,suka kebut-kebutan" kata rio,memulai ceritanya.

"sampe gw kenal dea,dia yg bisa ngerubah hidup gw,gw jadi anak yg manis dan penurut. Nilai-nilai sekolah gw bagus,gw jadi ketua osis,kapten basket,gw bahagia fy. Dea bikin gw jadi lebih baik,dari dia gw ngerasain gmana indahnya disayangi,diperhatiin. Sampe suatu hari gw dpt beasiswa ke jepang. Gw gak mau ambil,karna gw gak pengen jauh dari dea,tapi dea maksa gw,katanya gw hrus wujudin cita-cita gw,dia gak mau jadi penghalang buat gw. Akhrnya gw ambil beasiswa itu,dihari perpisahan gw sama dea,kita pergi ke tempat favorit dea,kebun teh" ntah mengapa rio mau menceritakan kisahnya itu kpd ify,kisah yg tak pernah ia bagi pd seorangpun.



"dea pasti seneng ya?" tanya ify.

"gak tau,gw blum sempet tanya sama dea" jwb rio,matanya tetap memandang lurus kedepan.

"dea udah meninggal" lanjutnya.

"hah?? Kenapa?" ify tersentak.

"dibunuh" rio menarik nafasnya sejenak,menahan gejolak kepedihan dlm batinnya

"dea dibunuh,fy. Dan pembunuhnya ada didepan loe"

"ma.maksud loe?" ify sangat heran.

"gw yg bunuh dia fy,gw pembunuh" rio mengenggam erat gelas yg ada ditangannya,rahangnya mengeras.

"gw gak ngerti,yo?maksud loe apa?" ify semakin bingung.

"semua orang udah ngelarang kita pergi ke kdbun teh,karena cuaca buruk bgt. Tapi kita nekat,gw pacu motor gw gila-gilaan,dea gak marah,dia bilang asal itu terakhir kalinya gw kebut-kebutan. Motor gas motor gw,gw samain kecepatan angin,naik turu jalanan terjal,kita teriak sama-sama,dea rentangin tangannya.dia teriakan nama gw kenceeng bgt,tapi sesaat gw hilang kendali,motor gw oleng karna jalanan licin jena air hujan,motor gw akhirnya nabrak pembatas juran dan dea...." rio terdiam,ify masih menunggu kelanjutan cerita tragis ini.



"dea,terpental kedalamnya,gw bisa denger teriakan dea Terakhir kalinya sebelum gw pingsan dan teriakan itu masih menghantui gw sampe sekarang,gw pembunuh fy,gw bunuh dea,ditempat favoritnya,kebun teh."

air mata yg sejak tadi ditahannya akhirnya keluar juga membentuk riak-riaj kecil diwajahnya. Ify pun sama,selaput bening yg sejak tadi dibendungnya,mengalir begitu saja.

"inibukan salah lo yo,ini takdir" kata ify singkat,ia tdk tau harus bicara apa lagi. Rio tersenyum,lalu menghapus sisa-sia air matanya.

"maafin gw ya,lo jadi ikutan nangis.hhe"

"gak ppapa kok,gw emang rada cengeng" ify ngengir.

"tolong gw fy" pinta rio.

"apa yg bisa gw bantu?" "gw belum siap lupain dea.gw juga belum mau buka hati gw buat orang lain. Jujur gw risih,dgn cewek-cewek disekolah yg terus-terusan deketin gw. Kita pacaran fy." kata rio.

"hah?" ify kaget.

"iya,kita pura-pura pacaran. Lo pura-pura jd cewek gw" jelas rio.

"ohh pura-pura,gw kira beneran?? Hhaha" batin ify.

"tapi...." "kenapa lo udh pnya cowok ya?"

"nggak,nggak,bukannya gitu,tapi kosekuensinya gmana? Fans lo kan anarkis semua,kalo tau gw jadian sama lo,bisa digundulin gw" celetuk ify.

"tenang aja,gw bakal jagain lo, gw janji. Dan kalo lo suka sama cowok laen,lo boleh pergi dan kita selesein sandiwara kita"

"gw gak tau,yo"

"yaudah,pikir-pikir dulu aja,tapi gw harap lo mau bantu gw. Gw balik dulu ya,fy. Udah sore" kata rio sambil mengacak poni ify. "iya,makasihnya. Ati-ati dijalan" ify tersenyum manis.





Ketika sampai didepan pintu,rio berbalik. "satu lagi fy,lo jelek bgt deh kalo nangis,wlekk" rio memeletkan lidahnya.

"rese lo !!!" ify melempar sandalnya kearah rio,tapi meleset.

"anda belum beruntung,nonaaa"

"rioo kunyuk item,awas lo" teriak ify dari dalam,rio.a udah ngibrik keluar.

Rio pun segera meng-gas mio hitamnya #hhaha,rio.a bawa mio# lalu melesat menuju rumahnya.







Malam hari (dirumah ify)



ruangan itu hening,hanya stara pulpen yg beradu dg kertas mengisi ruangan bercat biru muda itu. Sang empunya kamar sdg sibuk dgn buku biologi didepannya.



"huffh" ia membuang nafas,menghentika aktiuitasnya,ia menyangga dagunya dgn satunya

Pikirannya menerawang,menyusun kembali memori-memori indah tadi siang bersama rio.

"hemm,apa gw mesti bantuin rio ya?" gumamnya.

"ya,mungkin gw harus bantu dia,toh bukan hal yg sulit. Smoga dia bisa cepet bangkit dan lupain masa lalunya" tekad ify. Ify tersenyum,ia kembali mengangkat penanya dan melanjutkan aktivitasnya.







Dirumah rio.







Rio terdiam dibalkon kamarnya,menatap hamparan bintang yg berpedar mengelilingi sang bulan,semilir angin menyentuh lembut kulitnya dan ujung-ujung rambutnya. Menikmati malam dgan gelap dan kesunyiannya,membuat rasa rindu terhadap sosok lama itu muncul kembali. Perlahan ia memetik senar gitar yg dipeluknya sejak tadi. Ia mulai bernyanyi...





Aku ingin engkau ada disini menemaniku saat sepi menemaniku saat gundah



berat hidup ini tanda dirimu ku hanya memiliki kamu ku hanya mencintai kamu



aku rindu setengah mati kepadamu sungguh ku ingin kau tau aku rindu setengah mati





saat ingin melanjutkan nyanyiannya,ia terdiam. Bagian ini,bagian yg selalu diambil dea,bila mereka menyanyikan lagu itu,berdua.



>> FLASHBACK ON



Meski tlah lama kita tak bertemu kuslalu memimpikan kamu kutak bisa hidup tanpamuu



aku rindu setengah mati kepadamu sungguh ku ingn kau tau ku tak bisa hidup tanpamu... Pangerankuuu...



Dea melirik rio,memiringkan kepalanya dan tersenyum.





"yye.... Keren,kita bisa bikin duo nanti yo,setelah kamu pulang dari jepang,namanya yodea, hhehe" kata dea bersemangat.

"de..."

"udah lah,yo. Kita punya cita-cita,aku gak mau hubungan kita akan menghambat mimpi-mimpi kita. Berjuanglah disana,yo,karn aku juga akan berjuang dgn hidupku disini" kata dea dgn senyum manis yg selalu menghiasi raut wajahnya.



>>FLASHBACK OFF





kenangan tentang dea bagai kaset yg diputar secara otomatis dikepalanya.ntah harus dgn cara apalagi ia menghapus kengangan itu,melupakan gadisnya,merelakan cintanya pergi,tentu bukan hal yg mudah. Senyum dea,tatapannya,perhatiannya,wajahnya semua seakan memaksa berjejalan dipikiran rio.

"aarrghhh" erang rio sambil mengacak rambutnya

"sampe kapan de,gw kyk gini" gumamnya.









Keesokan harinya





hari ini sekolah bebas,karena para guru sedang berdemo meminta kenaikan gaji (?) tapi sepagi ini sekolah sudah sangat ramai. Semua anak seperti digiring berkumpul dilapangan basket. Suara tepuk tangan,yel-yel,teriakan riuh qendah berdemgung dimana-mana,ternyata senior tim basket sedang mengadakan seleksi untuk memilih kapet basket.



Iel,alvin,cakka,rio dan rio mengikuti seleksi tersebut,mereka semua mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dlm memainkan bola basket. Korban-korban pesona merekapun mulai tergeletak dimana-mana. Sampe-sampe cewek-cewek rela bergelantungan (?) dipohon mangga,pinggir lapangan cuma supaya bisa liat lbh jelas cowok-cowok keren ini.



"yo,liat fans lo udah mau nyaingin orang utan noh" cibir cakka.

"jah yg orang utan asli,ngambek deh" goda iel.





ALVIIINN

teriak seorang siswa,alvin pun menoleh dan tersenyum.





Gedebuggg



ceweknya langsung tepar dah tuh,



"wadduhh,mampus lo vin,anak orang,pingsan noh" kata rio



muuacchh



alvin mencium rio.



"ish,apaan sih,dasar cina maho,najong. Pipi gue udah gak steril deh" keluh rio sambil mengelus-ngelus pipi malangnya.

"kok lo gak pingsan yo?? Cewek tadi gw senyumin aja langsung tepar." tanya alvin polos.

"ye,emang loe kira.gw cowo apakah??" jwb rio.

"apiin,kok rio dicium gw nggak??" protes cakka.

"idih,dari pada gw nyium kunyuk,mending gw nyium my princess,sivia azizah" kata alvin sambil senyum-senyum gaje.

"lebe..." ejek cakka sambil manyun.

"bibir lo,udah nyaingin corong aer tu kka" ucap iel.



"oke semua,pengumuman,kapten basket terpilih,manti ya,sepulang sekolah" kata patton,kapten basket CB taun lalu.



Semua anakpun segera berhamburan meninggalkan lapangan,begitu pula dgn d'orions,mereka langsung melesat menuju kantin.







Dikantin



d'orions memasuki kantin,mereka mengedarkan pandangan ke segala penjuru mencari tempat layak yg masih kosong dan mata mereka bersamaan tertumpu pd meja kosong dekat penjual mie ayam. Tapi ternyata bukan d'orion saja yg mengincar meja itu,ify dkk juga mengintai meja itu sejak dalam kandungan (?).

D'orions sudah mengambil ancang-ancang,ify dkk juga sudah memasang kuda-kuda.



1











2











3







"MAJUUU" seru mereka kompaj dan...



Grubug-grubug-grubug





mereka lari tunggang langgang kayak banteng kepengen kawin.



D'orions yg biasanya cool pun sekarang jadi tertawaan seluruh penghuni kantin.



Karena pertempuran sengit yg tak terduga itu,agni terpeleset saat berlari dan...





HAPPP





Dengan sigap cakka merangkul pinggang agni *itu lho kyk dipelem-pelem*, mata mereka beradu untuk beberapa detik,mereka terdiam,menikmati getaran lembut yg mulai bertalu di sela-sela hati keduanya.



"EKHMM" iel berdehem dan....



Buuggg



"auwww" rintih agni,tadi cakka reflek menarik tangannya sehingga agni terjatuh. "waduhh,sorry ag" "dasar cowok tengil,sakit tau. Kira-kira donk lo" "ye,udah untung tadi gw tolongin??" "tolongin kakek loe kiper" "kakek gw mah kapten kali" "tau akh..." agni sewot.



"weist,berantem mulu,gw kawinin juga dah ne anak" lerai iel.



"wohoo,amit-amit,ampe si rio jadi gemuk,si alvin jadi belo,gw ogah sama dia" sela cakka.

"emang lo,kira gw mau sama loe,amit-amit JB," *jabang bayi,maksudnya*

"udah deh,ribut mulu,mendingan kita duduk,makan bareng-bareng,bereskan??" alvin menengahi.

"iya,lagian semua meja udah penuh" tmbah via

"ciie,kompak bener ddah,ekhm kyknya ada yg mau ngasih PJ nih??" celetuk rio

"wohoow,asik. Bang mie ayam,bakso,rujak,jus alpuket sama es kelapa" kata cakka dgn mata berbinar-binar

 "lo mah ngerampok cakk, lagian karung amat perut lo?'" kata ify.

"biarin,biar sehat,darh pada elo,badan kayak kertas nasi uduk" ejek cakka.

"enak aja,badan gw tu,badan model tau,tinggi langsing" bela ify.

"ngek,model-model yg suka ada di HUT jakarta itu yak?" balas cakka.

"itu mah ondel-ondel cakkaa..." ify manyun,melihat kejadian itu,rio malah menarik sedijit ujung bibirnya,membentuk senyum tipis,tipis sekali.



"vi,itu ada kotoran dipipi kamu" kata alvin sambil menghapus lelehan coklat disudut bibir via.



"gw cabut duluan yah" tiba-tiba iel bangkit dari kursinya,tapi kemudian ia merasa sangat pusing. Kepalanya serasa dilempari puluhan batu,ia terduduk kembali.



"aarrghh" erangnya sambil tangan kanannya meremas dadanya,muka iel memerah,rahangnya mengeras menahan sakit.



"lo kemapa,yel?" tanya alvin cemas.

"iyel,hidung kamu berdarah"

via dgn cepat menghampiri iel,mengeluarkan sapu tangannya dan perlahan menghapus darah segar yg keluar dari hidung iel. Saat ini,iel bisa dgn jelas menatap 2 bola mata itu,selaput bening mulai terpeta disana,,

"jgn via,aku mohon jangan nangis vi" batin iel. "cepet es batu,kka" seru rio.



Cakkapun langsung ngibrit. Darah terus mengalir dari hidung iel,bahkan kini satu bungkus tissue sudah penuh oleh darah iel. Via masih setia dgn sabar membersihkannya.



"nih" kata cakka sambil menyerahkan 1balok es batu.

"etdah,cakka,lo kira si iel mau jualan es campur,yg kecil aja kali,cakka" ify sangt gemas melihat kelakuan ajaib cakka.

"biar cepet mampet,fy. Udah pake yg ini aja" kata cakka maksa.

"udah-udah,cak. Gak ppapa,udah berenti kok" kata iel sambil memegangi tissue dibawah hidungnya.

"loe kenapa yel??" tanya alvin.

"gak ppapa kok,paling kecapean doang" jwb iel santai.

"yaudah,balik aja yuk,loe naek mobil gw aja,motor lo,tinggal aja disekolah" kata alvin yg msh memasang muka cemas.

"iya,ntar hasil seleksi kapten basketnxa,gw sms'n loe berdua" kata rio.





Iel pun akhirnya mengangguk,alvin memapahnya perlahan. saat melewati sivia.iel menatapnya sekilas,via hanya menunduk.

"smoga kamu baik-baik aja,yel" batin via.



"aku duluan ya.vi" kata alvin,tangan kirinya mengacak poni via,via tersenyum.





Lap. Basket





"yak,baiklah.. Setelah kami putuskan pacar-pacar kami" celetuk patton.

"wuuuu,jayuuss" anak-anak menyuraki.

"hhehe,oke,oke. Yg terpilih menjadi kapten tim basket CB taun ini,dgn perolehan sms tertinggi,sebesar 45,99 % adalaaah...."



"kebanyakan nelen bola basket kali yak tu orang,aneh bener. Heran gw,yg begituan bisa jadi kapten" komentar cakka.

"otaknya kesangkut diring kali cakk" tambah rio.

"indonesiiaaa memiliihhh... Gabielll" kata patton heboi sendiri.



"ye ye ye go go go iel,iel go" Cewek-cewek pendukung iel langsung nari-nari gak jelas.

"mantapp dah si iel,gw sms'n akh" rio mengeluarkan BBnya.

"gw juga akh,minta traktiran" kata cakka,yg langsung dihadiahi tatapan membunuh dari rio,cakkanya mah cuma nyengir jerapah.





Dijalan





"huh si rio,timbang bawa mio aja,gw kagak boleh nebeng,apalagi bawa pesawat dia,mana matahari kayaknya musuhan bgt lagi sama gw,panas bgt." gerutu cakka,yg siang itu terpaksa jalan kaki.

Mobilnya hrs masuk psikiater dikarnakan tekanan batin,selalu dipukulin cakka kalo jalanan lagi macet. Sedang asik-asiknya menikmati kesengsaraannya,cakka melihat agni hendak menyebrang jalan,bersamaan dgn itu mata cakka menangkap sebuah truk sampah bermuatan penuh dari arah berlainan melaju dgn kecepatan yg menyamai kura-kura lagi lomba lari. (?)



"truk awas ada agni" teriak cakka.

"ekh,salah. Agni awas ada truk" cakka berlari kejalan.



" aaarrggghh " teriak agni yg baru sadar maut yg telah siap menjemputnya.



Tiba-tiba agni merasa tubuhnya didorong,cakka yg mendorongnya. Mereka berdua terjatuh direrumputan pinggir jalan. Terlambat setengah detik saja,agni sudah wasallam.



"lo gak ppapa,kka?" tanya agni cemas.

"gak,gw gak ppapa. Loe sendiri??"

"gw sh gak ppapa,makasih bgt ya. Ekh tangan lo berdarah tuh" agni meraih tangan cakka.

"huwwaa,iya berdarah. Gawat gmana nih,gimana kalo harus diamputasi,haduuuh,sakitt" cakka rempong sendiri.

"ish,lebay bgt sih loe,orang cuma lecet gitu doang juga. Udah cepet sini,gw anter pulang biar lukanya bisa cepet dibersihin" agni lalu bangun,membantu cakka berdiri dan mengalungkan tangan kiri cakka kepundaknya.





Dumdumjes,dumjes,dumjesjes *anggap suara drum*



sepertinya ray lagi madn drum nih dalam hati cakka dan agni.













nah gmana,gmana,gmana,,


like n' comment yaaa =)



 add aku

Novia Rise MarioAditya

sangkyuu all =)

Selasa, 21 Juni 2011

CONTOH UNTUK LOMBA PECINTA CERBUNG ICIL (HANYA CONTOH)

kalau kalian mau ikut lomba PCI :) cara nya gampang kok
CERPEN:
kalian buat note, isi nya:
contoh:
nama: Dinda
email: -------
nope: -------
                                 CERPEN CINTA #CERPENLOMBAPCI

                      cerpen kalian -------------------------------------------------

jadi kalian, daftar langsung lomba, langsung di tag ke PCI (wajib) dan ke ICL yg lainnya, note terbanyak yg di sukai oleh ICLitu yg menang, hanya 1 orang, cukup 1 karya saja jangan banyak banyak :p

EDIT PHOTO COUPLE ICIL:
kalian edit photonya, tulis di kolom TAMBAHKAN KETERANGAN dibawah photo:
contoh:
nama: Dinda
email: ----------------
nope: ----------------
#EDITINGLOMBAPCI

GOMBAL:
kalian buat karangan ngegombalin IC
contoh:
nama: Dinda
email: ---------------
nope: --------------
#GOMBALLOMBAPCI

                                    gombalan kalian -----------------------------------

untuk yg belum jelas, hubungi admin dinda :) 085792646446, 21AD2E24 (pin admin) wey pin admin cipong ketinggalan 23C06FEE
semua karya yg dikirim cukup 1 saja ! :)

Lomba PCI

#LOMBAPCI ( tidak ada tema )
PCI ngadain 3 lomba :
- nulis cerpen (harus ada tulisan #CERPENLOMBAPCI, ditag kel PCI, dicari 1 pemenang untuk PCI2) *boleh ditag ke yg lain
- ngedit photo couple IC (ada tulisan #EDITINGLOMBAPCI, tag ke PCI, dicari 1 pemenang untuk fbfc nya Ajeng Ayu Ayu :p  Ke admin fasya juga boleh:p  ) boleh tag ke yg lain
- ngegombalin anak IC (#GOMBALLOMBAPCI, dalam bentuk note tag ke PCI, dicari 1 pemenang untuk fbfcnya Amalia Pratiwi) boleh tag ke yg lain

daftarnya langsung saat lomba yah :)
pendaftaran :
untuk CERPEN: cukup 1 cerpen
Nama:
Email:
Nomer Handphone:
dan cerpen kalian #CERPENLOMBAPCI

untuk EDIT PHOTO COUPLE IC: cukup 1 photo
Nama:
Email:
Nomer Handphone:
(dikolom tambahkan keterangan)#EDITINGLOMBAPCI

untuk GOMBAL: cukup 1 gombal
Nama:
Email:
Nomer Handphone:
dan Gombal kalian #GOMBALLOMBAPCI


dicari 1 pemenang setiap lomba :)
lomba sekaligus daftar mulai 22 Juni 2011 -  6 July :) bukan daftar di comment note ini :)
jd kalian sudah bisa mengirim karya kalian mulai besok sampai 6 july, langsung sisi cara pendaftaran yg td :)
pengumuman lomba belum bisa dipastikan
pemenang dipilih berdasarkan yg PALING BANYAK DISUKAI OLEH ICL maka kalian boleh mengetag karya kalian ke ICL lainnya :)
 NB : Mohon buat yg daftar :) Karya kalian mohon di tag ke fb-fb admin PCI :) + Tag ke anak2 ICL Lain nya :) 


untuk lebih jelasnya : 085792646446 (admin dinda) 21AD2E24 (pin admin dinda) bisa juga ke admin fasya {:  { 082156191400 { FASYA } pin bb : 23C06FEE
terimakasih :) tolong share ke ICL lain